Berdasarkan data dan sumber berbagai sumber yang diperoleh Okezone, kisah cinta Bung Karno dan Yurike semakin tumbuh saat mengajak Yurike mengobrol, duduk bersama hingga mengantar Yurike ke rumah.
Berangkat dari hal tersebut, benih-benih cinta sudah mulai di antara keduanya. Bung Karno menyatakan perasaannya dan menyampaikan ingin menikahi Yurike. Seutai kalung pun diberikan ke Yurike. Bung Karno pun langsung menghadap orangtua Yurike, pada 6 Agustus 1964, Soekarno resmi menikahi Yurike.
Pada 1967, kondisi Soekarno secara de facto dimakzulkan sebagai presiden. Sehingga berdampak pada kehidupan pribadi. Soekarno yang menjadi tahanan rumah di Wisma Yoso menyarankan agar Yurike meminta cerai.
(Khafid Mardiyansyah)