Di samping itu, kebijakan tersebut nantinya juga akan menyulitkan petugas untuk menertibkan para PKL bandel yang berusaha ikut-ikutan berjualan di setiap trotoar. Padahal jualn itu tidak bisa dilakukan di semua trotoar.
"Aturan kan harus sama enggam sepotong-sepotong kan. Nanti yang lain minta pasti itu," tambahnya.
Gembong pun mengapresiasi upaya Anies yang hendak menjadikan ibu kota Jakarta menjadi sejajar dengan kota-kota maju di berbagai dunia. Untuk itu harus bisa menata PKL dengan baik.
"Kalau cita-citanya seperti itu jangan toh. Kalau kita mau tertib kan kita harus berikan kemerdekaan para pejalan kaki memberi prioritas agar warga biasa jalan di trotoar, ini yang harus di ciptakan. Kalau digunakan PKL kan keluar dari tujuan awal itu yang harus di dorong," tukasnya.
(Edi Hidayat)