Tenaga Listrik Ramah Lingkungan
Meskipun terpencil desa yang menyumbang emas di tugu monumen nasional (Monas) Jakarta ini masyarakat telah menikmati aliran listrik. Aliran listrik itu menggunakan tenaga air dari aliran air sungai Lusang.
Di mana tenaga air dengan menggunakan dinamo 5000 watt itu mampu menyalurkan aliran listrik ramah lingkungan ke setiap hari ke rumah masyarakat di Batavia Kecil.
Kincir air atau Sumirot (Si Uniyil Orang Tanda, sebutan warga Lebong Tandai), dengan tenaga 5000 Watt itu mampu mengaliri aliran listrik untuk 5 warga. Namun, setiap rumah hanya diperbolehkan 3 buah lampu dan satu televisi.
Di Batavia Kecil, setiap rumah memiliki televisi meskipun berukuran kecil dan parabola. Barang elektronik mulai dari televisi dan radio merupakan salah satu hiburan bagi warga yang tinggal di daerah terpencil dan terpelosok tersebut.
Batavia Kecil Jauh dari Peradaban
Lantas bagaimana untuk memempuh perjalan ke Batavia Kecil? Untuk tiba di desa penghasil emas ini dapat ditempuh melalui jalur darat dari dari kota Bengkulu menuju kecamatan Napal Putih kabupaten Bengkulu Utara.
Perjalanan dari kota Bengkulu memakan tidak kurang dari 4 jam untuk tiba di pusat kecamatan Napal Putih. Perjalanan itu dapat menggunakan angkutan pribadi maupun kendaraan sewaan. Baik Kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.
Setiba di pusat kecamatan Napal Putih, perjalanan kembali dilanjutkan dengan menaiki moda transportasi tradisional. Molek atau Motor Lori Ekspres, namanya. Molek itu ada di desa Air Tenang kecamatan Napal Putih kabupaten Bengkulu Utara.
Dari Air Tenang perjalanan menuju pusat desa Batavia Kecil di mulai dengan menaiki Molek. Keberangkatan Molek memiliki jadwal pada pagi hari sekira pukul 07.01 WIB hingga 08.01 WIB.
Di stasiun Air Tenang, para ‘Masinis’ Molek menunggu penumpang hingga penuh. Selain itu, perjalanan menuju Batavia Kecil Masinis memilih berjalan beriringan. Tujuannya, untuk mempermudah perjalanan jika ada hambatan.
Sebelum tiba di Desa Lebong Tandai, penumpang akan melewati areal yang dinamakan Ronggeng, Sumpit, Lobang Batu, Muaro Lusang.
Lalu melintasi kawasan yang bernama gunung tinggi, kuburan cina, sungai landai, terowongan lobang panjang, lobang tengah dan terowongan lobang pendek.
Di mana terowongan lobang panjang itu memiliki panjang sekira 100 Meter, sementara lobang tengah memiliki panjang sekira 50 meter dan terowongan lobang Pendek dengan panjang sekira 25 meter.
Setelah melewati berbagai terowongan itu penumpang akan tiba di desa Lebong Tandai. Di mana perjalanan dari stasiun Air Tenang hingga pusat desa Batavia Kecil memakan waktu tidak kurang dari 6 jam.
(Khafid Mardiyansyah)