Menakar Peluang Gibran Rakabuming Maju Pilwalkot Solo

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Jum'at 20 September 2019 07:32 WIB
Gibran Rakabuming temui Wali Kota Solo FX Rudyatmo di rumah dinasnya, Solo, Rabu (18/9/2019). (Foto : Okezone.com/Bramantyo)
Share :

PUTRA sulung Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming, mendatangi rumah dinas Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Dalam pertemuan itu, Rudy mengatakan, Gibran bertanya kepada dirinya terkait mekanisme pencalonan sebagai wali kota Solo dari PDIP.

"Pada Mas Gibran saya tadi menjelaskan secara singkat bagaimana mekanisme pendaftaran bila ingin maju melalui PDIP," ujar Rudy usai pertemuan selama 15 menit dengan Gibran, pada Rabu (18/9/2019).

Terkait hal itu, Gibran dinilai memiliki peluang yang sangat terbuka andai dirinya maju di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo, pada 2020. Hal itu karena Gibran memiliki sejumlah keuntungan, mulai dari statusnya sebagai anak presiden hingga dirinya yang merupakan putra daerah.

"Soal peluang sangat terbuka karena Gibran punya bekal politik sebagai anak presiden. Itu cukup menjadi insentif elektoral. Artinya, Gibran tak usah susah payah mengenalkan dirinya bagi rakyat Solo karena mayoritas sudah tahu," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno, kepada Okezone, Kamis (19/9/2019).

Dengan modal tersebut, suami Selvi Ananda itu dinilai memiliki peluang besar untuk sukses di Pilwalkot Solo.

"Jika dikalkulasi bekal politik Gibran itu sudah 60 persen. Tinggal 40 persen lagi diseriusi kerja politiknya," ucapnya.

Mengenai kapasitasnya untuk maju sebagai kepala daerah, Adi Prayitno menilai, otomatis akan terasah seiring perjalanan waktu. Hal itu karena dalam politik, kadang kapasitas bukanlah hal itu.

"Soal kapasitas seiring waktu otomatis akan terasah dengan baik. Di politik itu kadang kapasitas nomor dua. Bisa learning by doing (belajar sambil kerja)," kata dosen UIN Jakarta tersebut.

Ia pun menambahkan, usia belia Gibran tidak akan menjadi hambatan untuk mencalonkan diri dalam kontestasi tersebut.

Meski begitu, Adi menilai Gibran tidak boleh terlena dengan modal besar yang dimiliki untuk sukses di kontestasi pemilihan kepala daerah. Hal itu karena menurutnya, Gibran justru harus bisa tampil dengan melepas bayang-bayang ayahnya, Jokowi.

"Yang penting Gibran bisa buktikan bisa kerja dan bisa melepaskan diri dari bayang-bayang Jokowi. Gibran harus tampil orisinal, bukan Gibran yang melekat pada nama besar Jokowi," ucapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya