Escomptobank NV menjadi bank terbesar kedua setelah Java Bank (1857) di Batavia. Bank Escompto diambil alih oleh Pemerintah RI. Pada 1960, nama bank ini diganti menjadi Bank Dagang Negara (BDN) yang kemudian melebur bersama Bank Eksim (Nederlandsche Handel Maatschaplj) dan Bank Bumi Daya (Nederlandse Handels Bank) menjadi Bank Mandiri KCP Padang Muaro hingga sekarang.
Padangsche Spaarbank didirikan pada 1908, gedung berlantai dua dengan tinggi 35 meter yang berdiri membelakangi sungai ini bergaya neoklasik yang mendapat pengaruh dari arsitektur art deco. Gedung dengan gaya mahkota di bagian depan atas dengan tulisan 1908 ini Padangsche Spaarbank kini menjadi Hotel Batang Arau.
Lebih masuk ke kawasan yang menuju pusat kota akan ditemukan tiga kawasan pasar yang didirikan pada akhir abad 19 bangunan aslinya masih dapat dilihat meski bentunya kusam kurang terawat ketiga tersebut adalah Pasar Gadang, Pasar Mudik, dan Pasar Tanah Kongsi.
Bangunan-bangunan di ketiga pasar ini diperkirakan jauh lebih tua dibanding bangunan di Jalan Batang Arau. Pasar Gadang, Pasar Mudik, dan Pasar Tanah Kongsi diperkirakan sudah mulai berkembang sejak 1667 hingga 1900-an. Bahkan, Pasar Gadang sampai pertengahan abad 19 menjadi urat nadi perekonomian kota.
Baca juga: Melongok Kalisosok, Penjara dengan Tempat Penyiksaan di Ruang Bawah Tanah
Pasar Gadang terdiri dari deretan ruko dua tingkat yang berfungsi selain sebagai toko juga untuk rumah tinggal. Bangunan yang menonjol di sini adalah ruko yang sekarang berfungsi sebagai agen penyalur Semen Padang dan sebuah rumah bulat yang hampir terletak di tengah jalan. Rumah bulat dulunya adalah warung dan sekarang sudah diperbaiki dan juga difungsikan sebagai warung.
Bangunan di Pasar Gadang dipengaruhi arsitektur kolonial Belanda bercampur arsitektur tradisional Cina dan ukiran pada ornamen dinding, dan atap pada beberapa bangunan pengaruh arsitektur Minangkabau dan Melayu.
Bangunan lain yang menarik adalah sebuah ruko yang terletak di Jalan Pasar Malintang, hanya 60 meter dari Pasar Gadang. Bangunan yang sekarang menjadi rumah tinggal itu dulunya adalah toko batik yang dibangun sekira 1902.
Di kawasan Pasar Gadang juga ada sebuah Hotel Nagara dibangun sekira 1910 kini dijadikan sebuah gudang. Pasar Tanah Kongsi didirikan warga keturunan Tionghoa, karena itu arsitektur umumnya gaya colonial Belanda bercampur dengan arsitektur tradisional China. Gedung yang menonjol di sini adalah Kelenteng yang dibangun pada abad 17 dan Gedung HBT (Himpunan Bersatu Teguh).
Baca juga: Lebih Dekat dengan Palembang, Kota Tertua di Indonesia
Sementara berdasarkan data Balai Pelesterian Cagar Budaya, Sumatera Barat, ada sekira 79 bangunan kota tua yang bisa dimanfaatkan. Bangunan lama kota tua itu tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai kawasan wisata, tetapi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan perekonomian. Seperti, bangunan kota tua dapat dijadikan kafe ataupun penginapan.
(Hantoro)