Grab dan Go-Jek juga telah membangun puluhan shelter bagi mitranya di tempat-tempat keramaian. Contohnya saja shelter di stasiun MRT Lebak Bulus dan Depok Lama.
Namun ternyata shelter belum efektif mengatasi masalah ini. Pasalnya penjemputan penumpang masih banyak yang dilakukan di luar shelter.
Hendra, salah seorang pengendara ojol mengaku titik penjemputan sepenuhnya dari penumpang. "Kita tergantung dari penumpang pak, soalnya banyak penumpang yang minta jemput di sini (di luar shelter)," ujarnya.
Hal ini diakui oleh seorang pengguna ojol, Cindy. Menurutnya titik yang dipilih lebih efisien dibanding dengan shelter yang ada.
Pengamat transportasi, Budiyanto mengatakan memang harus ada langkah bersama, baik dari Dishub, kepolisian dan aplikator dalam mengatasi masalah ini. Kerjasama tiga pihak ini diharapkan bisa mengatasi persoalan ini.
“Tanggung jawab bersama, di dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, setiap pemangku kepentingan yang bertanggungjawab terkait masalah lalu lintas. Ini memang harus ada upaya paralel,” ucapnya.
(Qur'anul Hidayat)