Dinkes DKI Tuntut Rehabilitasi Nama Baik, Kapolda: Kita Masih Pelajari

Sarah Hutagaol, Jurnalis
Jum'at 27 September 2019 16:45 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto : Okezone.com/Sarah Hutagaol)
Share :

JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono masih mempelajari peristiwa pengamanan ambulans milik Pemprov DKI Jakarta, yang sempat dituding membawa batu untuk para pedemo saat aksi massa di sekitar Gedung DPR/MPR RI beberapa waktu lalu. Hal itu diungkapkannya menyusul permintaan rehabilitasi nama baik dari Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta pascatudingan adanya batu untuk pedemo di dalam ambulans.

"Kita masih pelajari peristiwa itu. Nanti perkembangannya kita kabari," ujar Gatot Eddy saat menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, (27/9/2019).

Lebih lanjut, Gatot menjelaskan kedatangannya menemui mantan Menteri Pendidikan dan Budaya itu untuk membahas perkembangan terkini di wilayah Jakarta, dan meningkatkan koordinasi terkait langkah-langkah yang akan dikerjakan.

"Kemudian kita berkoordinasikan langkah langkah, apa-apa yang harus kita kerjakan sesuai dengan tujuan pokok dan fungsi masing-masing," ucapnya.

"Agar menjaga situasi di Jakarta ini tetap aman, damai, dan kondusif, sehingga masyarakat bisa melaksanakan aktifitas sehari-hari itu yang kita bahas. Kemudian hal-hal yang lain tugas-tugas kita masing-masing," kata Gatot.


Baca Juga : Polisi Akui Salah soal Ambulans, Dinkes DKI Jakarta Minta Nama Baiknya Dibersihkan

Dengan adanya koordinasi yang terus ditingkatkan antara Pemprov DKI dengan Polda Metro Jaya, Gatot berharap tingkat keamanan di wilayah Jakarta akan semakin membaik.

"Tadi kita sudah koordinasi dengan Pak Gubernur, koordinasi senua apakah petigas petugas dari Pak Gubernur, apakah itu Satpol PP, Damkar, teman-teman dari Dinkes dan sebagainya," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya