“Mau ditutup atau tidak ditutup, kami tidak berdebat di wilayah itu. Yang kami minta, segera kasih kepastian. Jangan menggantung, karena industri menunggu panjang,” kata Arief Yahya.
Menpar Arief murni bicara dalam konteks manajemen dan marketing. Kalau soal ditutup atau tidak ditutup, tinggal dihitung plus minusnya, ongkos sosialnya, best practise di seluruh dunia seperti apa, benchmark di mana, putuskan yang terbaik. Tinggal diputuskan, yang paling baik untuk semua.
"Ini (penutupan TNK) ramai, orang mau cruising dilarang ke sana, padahal mereka beli paket setahun sebelumnya. Customer bingung," katanya
Pulau Komodo sendiri kini tengah digenjot pengembangannya oleh Presiden Joko Widodo seiring telah ditetapkannya Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi super prioritas. Pengembangannya bisa menjadi tujuan wisata terbaik, kelas dunia dan menghidupkan ekonomi masyarakat. (ADV) (Wil)
(Risna Nur Rahayu)