Rumah Dosen IPB Perancang Rusuh Aksi Mujahid 212 Digaris Polisi

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis
Senin 30 September 2019 00:15 WIB
Rumah dosen IPB dipasang garis polisi pasca-ditangkap polisi (Foto: Putra Ramadhani)
Share :

BOGOR - Rumah AB, dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) yang ditangkap polisi karena diduga menjadi otak pembuat bom molotov untuk aksi Mujahid 212 di Jakarta telah dipasang garis polisi.

Pantauan Okezone di lokasi, rumah AB yang berada di Perumahan Pakuan Regency, Lingga Buana X Blok G VI/1, RT 03 RW 07, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat nampak sepi.

Pintu depan rumah yang cukup besar itu sudah dipasangi garis polisi. Terdapat pula satu unit mobil Mercy, motor dan sepeda teparkir di garasi rumah AB yang tertutup oleh spanduk berukuran besar.

Petugas keamanan perumahan, Jaenudin mengaku tidak mengetahui pasti kasus yang tengah menjerat AB. Ia hanya menyebut rumah AB ramai didatangi anggota polisi dan TNI sejak Sabtu kemarin.

"Saya kurang tahu kenapanya, cuma kemarin ada polisi sama TNI datang ke rumahnya," ucap Jaenudin, kepada Okezone di lokasi, Minggu (29/9/2019).

Baca Juga: Dosennya Ditangkap Jadi Otak Kerusuhan untuk Aksi Mujahid 212, Ini Respons IPB

Jaenudin menambahkan bahwa AB merupakan sosok yang ramah kepada setiap orang dan memiliki jiwa sosial tinggi. Setiap hari, AB pun selalu memberi makanan kepada petugas keamanan perumahan.

"Suka nyapa kalau lewat, jiwa sosialnya bagus, ramah, baik lah orangnya. Suka juga ngasih makan nasi bungkus ke satpam sini," ungkap Jaenudin.

Sebelumnya, AB ditangkap polisi bersama lima orang lainnya yakni SS, OS, AU, YF dan S di Tanggerang. AB sendiri diduga menjadi otak pembuatan bom molotov untuk membuat kerusuhan dalam aksi Mujahid 212 di Jakarta pada Sabtu 28 September 2019 kemarin.

Baca Juga: Dosen IPB Ditangkap Polisi Terkait Bom Molotov di Aksi Mujahid 212

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya