Jaenudin menambahkan bahwa AB merupakan sosok yang ramah kepada setiap orang dan memiliki jiwa sosial tinggi. Setiap hari, AB pun selalu memberi makanan kepada petugas keamanan perumahan.
"Suka nyapa kalau lewat, jiwa sosialnya bagus, ramah, baik lah orangnya. Suka juga ngasih makan nasi bungkus ke satpam sini," ungkap Jaenudin.
Sebelumnya, AB ditangkap polisi bersama lima orang lainnya yakni SS, OS, AU, YF dan S di Tanggerang. AB sendiri diduga menjadi otak pembuatan bom molotov untuk membuat kerusuhan dalam aksi Mujahid 212 di Jakarta pada Sabtu 28 September 2019 kemarin.
Baca Juga: Dosen IPB Ditangkap Polisi Terkait Bom Molotov di Aksi Mujahid 212
(Arief Setyadi )