Penahanan pasangan itu terjadi di tengah perselisihan antara Barat dan Iran setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan menjatuhkan sanksi terhadap Teheran.
Pada Sabtu, kantor berita resmi IRIB Iran melaporkan bahwa seorang mahasiswa Iran yang telah ditangkap di Australia dengan tuduhan mengekspor peralatan radar militer AS ke Iran untuk membantu program pertahanan negara tersebut telah kembali ke Republik Islam setelah 13 bulan ditahan.
IRIB melaporkan Reza Dehbashi, seorang mahasiswa di Universitas Queensland, menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat dan dibebaskan karena upaya diplomatik Iran.
Seorang warga negara Australia lainnya, Kylie Moore-Gilbert belum dibebaskan oleh Iran. Peneliti dari Universitas Melbourne itu telah ditahan di Teheran selama lebih dari setahun.
(Rahman Asmardika)