China mengatakan orang-orang itu menghadiri "pusat pelatihan kejuruan" yang memberi mereka pekerjaan dan membantu mereka berintegrasi ke dalam masyarakat China, atas nama mencegah terorisme.
Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuduh China menuntut warganya untuk menyembah pemerintah, bukan Tuhan dalam konferensi pers di Vatikan.
Baca juga: Laporan Organisasi HAM: Begini Cara China Memata-Matai Warga Muslim Uighur di Xinjiang
Pada bulan Juli 2019, lebih dari 20 negara di Dewan Hak Asasi Manusia PBB menandatangani surat bersama yang mengkritik perlakuan China terhadap Uighur dan Muslim lainnya.
Siapakah Uighur?
Uighur adalah Muslim etnik Turki. Populasi mereka ada sekitar 45% dari populasi wilayah Xinjiang, dan 40% adalah etnis Han China.
China pada 1949 telah menghancurkan negara Turkestan Timur yang berumur pendek.
Sejak itu, telah terjadi imigrasi besar-besaran etnis China Han dan Uighur karena takut budaya mereka akan dimusnahkan.
Xinjiang secara resmi ditunjuk sebagai daerah otonom di China, seperti Tibet.(fzy)
(Fiddy Anggriawan )