Sampai Labuan Bajo, 23 Turis Peserta Famtrip Disambut Tari Tradisional dan Ritual Adat

, Jurnalis
Kamis 10 Oktober 2019 13:29 WIB
Ritual adat menyambut peserta Famtrip di Labuhan Bajo (Foto: Kemenpar)
Share :

LABUAN BAJO – Sambutan spesial diberikan untuk peserta Famtrip Promosi Wisata Budaya dan Kuliner Labuan Bajo. Para peserta disambut 3 tradisi budaya sekaligus, berupa ritual Kepok, Pengalungan Tenun, dan Tari Tiba Meka. Ketiganya mampu menghipnotis 23 peserta famtrip asal 3 negara, yakni Australia, Malaysia, dan Indonesia.

Famtrip Promosi Wisata Budaya dan Kuliner digelar 8-11 Oktober 2019 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Ada 5 destinasi yang dieksplorasi, masing-masing Pulau Padar, Pink Beach, Pulau Rinca, Pulau Kalong, Liang Dara, dan Batu Cermin. Famtrip semakin lengkap dengan eksplorasi kuliner.

“Kami sangat bersyukur dengan kehadiran peserta Famtrip Promosi Wisata Budaya dan Kuliner. Mereka akan membuat promosi Labuan Bajo kian kencang. Ada beragam keindahan alam dan budaya yang bisa dieksplorasi. Dan, kami mengenalkannya kepada mereka,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Manggarai Barat Agustinus Rinus.

Memakai maskapai AirAsia, 23 peserta landing di Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo pada Selasa 8 Oktober 2019 pukul 14.15 WITA. Mereka langsung disuguhkan Tradisi Kepok, yakni ritual dengan ayam putih dan moke putih. Moke putih ini disimpan dalam tawu, yaitu wadah yang terbuat dari buah labu besar. Ritual dipimpin Tua (kepala adat) dengan busana adat khas.

“Promosi Wisata Budaya dan Kuliner akan menjadi famtrip menarik. Sebab, Labuan Bajo menawarkan beragam destinasi terbaik. View permukaan dan bawah lautnya sama-sama eksotis. Belum lagi warna budaya dan kuliner khasnya. Gambaran keindahan budaya ditampilkan dalam prosesi penyambutan,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Rtual Kepok berisi ucapan khusus selamat datang. Ucapan tersebut diberikan oleh masyarakat Manggarai Barat, mulai dari Sulung hingga Bungsu. Usai pembacaan narasi, perwakilan peserta menerima Tuak Curu dan Manuk Kapu.

“Ritual Kepok memang sarat filosofi. Ritual ini juga tentu jadi doa keselamatan bagi semuanya. Kami sangat optimistis, famtrip Promosi Wisata Budaya dan Kuliner akan membawa impact sangat positif bagi pariwisata Labuan Bajo bahkan Nusa Tenggara Timur,” lanjut Rizki lagi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya