Gara-Gara Kritik Pemerintah, Mahasiswa Ini Dipukuli Berjam-jam Hingga Tewas

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 10 Oktober 2019 08:57 WIB
Abrar Fahad. (Foto: Facebook)
Share :

Siswa lain yang tiba di tempat kejadian mengatakan beberapa siswa telah berkumpul dengan asisten rektor asrama untuk mendesaknya untuk mengambil tindakan, ketika anggota BCL mulai menggedor pintu, berusaha untuk masuk.

Berita kematian Fahad menyebabkan protes di Dhaka dan kota-kota lain pada Senin. Siswa di ibu kota meneriakkan slogan dan memblokir jalan. Protes berlanjut pada Selasa dengan siswa di Buet menuntut hukuman mati bagi mereka yang dinyatakan bersalah atas pembunuhan tersebut.

BACA JUGA: Laporkan Pelecehan Seksual, Siswi Bangladesh Dibakar Hidup-Hidup Atas Perintah kepala Sekolah

Mantan siswa dan anggota staf pengajar juga bergabung dengan demonstrasi di kampus Buet. Pembunuhan itu mengejutkan Bangladesh dan menyoroti budaya kekerasan di universitas negeri.

"Ini benar-benar tidak dapat diterima bahwa seorang siswa akan mati karena penyiksaan di aula perumahan," kata AKM Masud, presiden Asosiasi Guru Buet, sebagaimana dikutip bdnews24.com.

"Kematian Abrar Fahad telah membuktikan kegagalan total pihak berwenang untuk memastikan keamanan para siswa."

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya