Laskar Umat Islam: Berlebihan jika Penusukan Wiranto Dikaitkan dengan Terorisme

Bramantyo, Jurnalis
Jum'at 11 Oktober 2019 18:44 WIB
Menko Polhukam Wiranto (foto: Okezone)
Share :

SOLO - Anggapan pelaku penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, dengan aksi terorisme dianggap terlalu berlebihan.

Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUiS) Endro Sudarsono beranggapan penyerangan terhadap Wiranto lebih cocok masuk ke dalam tindak pidana umum.

Baca Juga: Abu Rara Tusuk Wiranto karena Stres Pimpinan JAD Bekasi Ditangkap 

"Cukup berlebihan jika apa yang terjadi pada Wiranto adalah terkait dengan tindakan pidana terorisme. Lebih tepat jika masuk dalam kategori tindak pidana umum. Berupa dugaan penganiayaan bersama sama atau sendiri sendiri yang berakibat luka berat atau ringan," kata Endro kepada Okezone, Jumat (11/10/2019).

Menurut Endro, untuk menjawab kesimpangsiuran apakah Wiranto ikut menjadi korban luka atau tidak, ada baiknya dokter terkait bisa menjelaskan.

"Ada baiknya dokter terkait bisa menjelaskan, karena tanggung jawab kompetensi profesi kedokteran yang bisa mengklarifikasi dan mengakhiri polemik dari kejadian pak Wiranto," ucap dia.

Seperti diketahui, Wiranto ditusuk saat melakukan kunjungan kerja di Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis 10 Oktober 2019 siang. Wiranto yang baru turun dari mobilnya langsung diserang pelaku dengan pisau hingga mengalami dua luka tusukan.

Selain Wiranto, pelaku juga menikan Kapolsek Menes Kompol Daryanto dan ajudan Wiranto, Fuad. Keduanya juga terluka.

Pelaku Syahrial Alamsyah alias Abu Rara bersama istrinya Fitria Diana sudah ditahan oleh polisi. Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) menyatakan pelaku bagian dari jaringan JAD, kelompok teroris yang sudah dibubarkan oleh pemerintah karena berafiliasi ke ISIS.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya