MATARAM – Wakil Presiden (Wapres) Terpilih, Ma’ruf Amin mengutuk aksi penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten, pada Kamis, 10 Oktober 2019. Penusukan tersebut dinilai bukti nyata paham radikal berkembang di masyarakat.
Hal itu disampaikan Ma’ruf Amin saat menghadiri acara tasyakuran dan silaturahmi lintas agama yang diadakan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kampus Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) NTB Mataram, Sabtu (12/10/2019).
Ma’ruf mengatakan, penusukan terhadap Wiranto merupakan tindakan radikalisme yang dapat mengganggu stabilitas keamanan bangsa. Paham radikal berkembang di tengah masyarakat karena ada pemahaman agama yang keliru dan menyimpang.
Dia mengajak seluruh elemen bangsa harus ikut terlibat untuk mencegah berkembangnya paham radikal di Indonesia.
“Perlu ada upaya melakukan kontraradikalisme maupun deradikalisasi supaya bangsa ini tetap hidup dalam keadaan yang rukun, damai, dan kemudian juga penuh dengan saling pengertian, tidak diwarnai dengan salah pengertian yang bisa menimbulkan ketegangan-ketegangan,” kata Ma’ruf Amin, mengutip iNews.id.