JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono menilai TNI perlu memberikan perhatian khusus dalam merespons berbagai isu yang berkembang di masyarakat, yang dapat mengganggu kesolidan TNI sebagai institusi pertahanan negara.
Menurut Dave, respons publik atas insiden penusukan Menko Polhukam, Wiranto di Pandeglang, Banten, baru-baru ini sangat beragam. Bahkan, respons yang cukup mendapat perhatian publik adalah tiga istri prajurit TNI yang membuat pernyataan nyinyir di media sosial terkait peristiwa itu.
"TNI perlu memperkuat narasi di masyarakat bahwa pencopotan ketiga prajurit TNI itu adalah murni sebagai bentuk komitmen TNI dalam menjaga stabilitas dan ketaatan TNI kepada hukum yang berlaku, bukan karena adanya faktor-faktor lain," kata Dave dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (13/10/2019).
Dave menilai langkah cepat TNI yang langsung mencopot ketiga prajurit TNI dari jabatannya akibat cuitan nyinyir istrinya di medsos sudah tepat. "Hukuman disiplin yang diberlakukan oleh pimpinan TNI sudah tepat, dan pasti sudah melalui prosedur yang benar. Ini menjadi satu sinyal bahwa TNI tidak ingin lagi main-main dengan dinamika politik yang sifatnya merusak, menghina, mendoktrin dan sebagainya" ucap Dave.
Baca juga: Istri Mantan Dandim Kendari Menangis saat Serah Terima Jabatan
Meski begitu, pihaknya meminta agar publik mendapat akses terbuka terhadap informasi atas proses hukum ketiga istri prajurit TNI tersebut yang terbukti melanggar UU ITE.
Secara internal, Dave juga meminta agar jajaran pimpinan TNI membuat pengarahan khusus kepada keluarga prajurit TNI agar bijak dalam membuat status di media sosial. "Orang main medsos hak siapa saja. Tapi kan semua ada batasnya, jangan pula aneh-aneh, apalagi posting hoaks atau nyinyir begitu. Istri anggota TNI kan juga harus patuh, tegak lurus kepada Sumpah Sapta Marga dan Pancasila. Ini mungkin atensi khusus bagi keluarga TNI di semua matra," ucapnya.
Selain itu, Dave menganggap ancaman radikalisme sangat nyata keberadaannya di Indonesia. Tindakan kekerasan di masyarakat atau yang paling ekstrem dalam bentuk teroris adalah hal yang perlu diwaspadai. "Saya yakin TNI mampu dan solid mengantisipasi ancaman-ancaman radikalisme seperti ini," ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)