Sebelumnya, Ma'ruf menyebut penusukan terhadap Wiranto sebagai tindakan radikal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan Negar. Paham radikal berkembang di tengah masyarakat karena ada pemahaman agama yang keliru dan menyimpang.
Dia mengajak seluruh elemen bangsa untuk ikut terlibat dalam mencegah berkembangnya paham radikal di Indonesia.
“Perlu ada upaya melakukan kontra radikalisme maupun deradikalisasi supaya bangsa ini tetap hidup dalam keadaan yang rukun, damai, dan kemudian juga penuh dengan saling pengertian, tidak diwarnai dengan salah pengertian yang bisa menimbulkan ketegangan-ketegangan,” ucapnya.
(Qur'anul Hidayat)