PENAJAM PASER UTARA - Kerusuhan antarwarga pecah di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), pada Rabu 16 Oktober 2019. Akibatnya, 146 rumah dan sebuah bangunan sekolah dasar (SD) hangus terbakar.
Imbas dari kerusuhan kemarin, sekira 366 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Pasalnya, ratusan bangunan yang terbakar berada di kawasan jalan Kilometer (Km) 1 Kecamatan Penajam, sekitar 300 meter dari lokasi bentrokan di Dermaga Pelabuhan Penyeberangan Penajam- Balikpapan.
Camat Penajam Pang Irawan mengatakan, rumah yang terbakar berada di tiga lingkungan RT, yakni RT 6, 7 dan 8. Adapun rinciannya, masing-masing sebanyak 90 rumah di RT 6, 55 rumah di RT 7, dan 1 rumah di RT 8.
“Di RT 6 ada 90 rumah terbakar dan ada 108 kepala keluarga, di RT 7 ada 85 kepala keluarga, di RT 8 ada 129 kepala keluarga,” kata Pang Irawan dilansir iNews, Kamis (17/10/2019).
Kerusuhan itu juga mengakibatkan bangunan SD Madrasah Ibtidaiyah terbakar. Selain itu, tiga unit mobil, dan 10 kios juga hangus dilalap api. “Kemudian ada satu loket juga yang terbakar,” sambungnya.
Baca Juga: Dipicu Kasus Penganiayaan, Kerusuhan Antarwarga Pecah di Penajam Paser Utara
Pascakerusuhan dan kebakaran, masyarakat yang kehilangan rumah harus mengungsi ke rumah kerabat dan saudara-saudaranya. Sementara pihak Kecamatan Penajam juga masih memantau kondisi di lapangan hingga benar-benar kondusif untuk menangani warga.
“Kami masih menunggu sampai tenang dulu. Kalau kami mau melakukan pembersihan, pemilik rumah juga tidak ada. Khawtirnya ada barang berharga. Jadi kami masih menunggu, enggak bisa buru-buru juga kan,” tutur dia.
Dari pantauan, kondisi di Penajam Paser Utara pascabentrokan saat ini sudah berangsur normal. Namun, sejumlah personel TNI dan kepolisian masih berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian.
Diketahui, bentrokan warga dipicu kasus penganiayaan di Jalan Costal Road Pantai Nipah-nipah yang menewaskan seorang pemuda, Rabu 9 Oktober 2019. Korban meninggal yakni CS (19), sedangkan RN (18) mengalami luka tusuk di pinggang.