SURABAYA - Banyak orang yang mencibir prilaku geng motor. Pasalnya, mereka kerap kali tawuran dan ugal-ugalan di jalanan sehingga membayakan pengguna jalan yang lain. Namun tidak selamanya mereka berada di jalanan, tapi ada yang insyaf dari perbuatan tersebut.
Kemudian mantan anggota geng motor rajin beribadah seperti melaksanakan salat berjamaah di masjid dan mengaji. Serta aktif dalam pengajian bersama warga di kampung. Hal itu seperti yang dilakukan H Luqman Sehon.
Pria kelahiran Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jatim ini berhenti total dari aktivitas geng motor. Padahal sebelumnya dia menjabat sebagai ketua salah satu geng motor yang ada di Madura yakni Dhumenk Racing Madura (DRM).
"Saya ikut geng motor ketika menginjak SMA sekitar tahun 1988. Geng motor DRM saat itu sangat terkenal di Madura, terutama di Bangkalan. Anggotanya mencapai 4 ribu orang," ucap Luqman mengawali cerita pengalaman masa mudanya pada Okezone.
Menurut Luqman, dirinya menjadi anggota geng motor selama 12 tahun. Bahkan dirinya sempat mencicipi sebagai ketua geng motor DRM. Ketika menjadi anggota geng motor dirinya jauh dari ibadah. Saat itu hidupnya lebih banyak berada di jalanan bersama teman-temannya.