JAKARTA - Sejak pengoperasiannya diresmikan pada 24 Maret 2019, Moda Raya Terpadu (MRT) nampaknya langsung menjadi primadona transportasi publik termodern di Jakarta dan satu-satunya di Indonesia. Peminatnya tak hanya masyarakat yang biasa menggunakan angkutan umum, tapi juga dari kalangan aktris hingga pejabat negara.
MRT memang langsung menyedot perhatian setelah resmi diluncurkan. Apalagi, saat itu Pemprov DKI Jakarta menggratiskan biaya perjalanan hingga akhir Maret 2019. Setelahnya, Pemprov DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta memasang diskon 50 persen untuk biaya perjalanan.
Peminat MRT tak surut begitu penerapan harga normal. Berdasarkan data, jumlah penumpang terus naik setiap bulan bahkan sampai melebihi target. Dirut MRT Jakarta Wiliam Sabandar dalam satu kali wawancara menyebutkan, target 65 ribu penumpang per hari terlampaui karena faktanya, MRT mengangkut lebih 93 ribu orang per hari.
Perluasan aturan ganjil genap rupanya ikut mempengaruhi naiknya jumlah pengguna MRT. Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, jumlah pengguna sempat mencapai 97.000 orang per hari, ketika aturan dijalankan.
“Jumlah penumpang MRT sempat menyentuh 97.000 per hari. Tapi sekarang rata-rata itu 93.000 (penumpang) dari 80.000 per hari. Kenaikannya cukup signifikan," ujar Syafrin di Balai Kota DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.