Penemuan tersebut selanjutnya dilaporkan oleh Titus kepada Bupati Natalis Tabuni. Sore harinya Bupati segera menggelar rapat terbatas untuk melakukan penjemputan ketiga jenazah di TKP.
Sekira pukul 19.00 WIT, tim penjemput yang terdiri dari Yohakim Joani (Kabag Kesra), Januarius Meisani (Kadis Pariwisata), Kristianus Tebay (direktur RS), dan Deki Belau (tokoh pemuda) tiba di TKP kemudian segera mengevakuasi ketiga jenazah ke Puskesmas Boligai. Setiba di Puskesmas Boligai, jenazah diautopsi oleh tim medis.
Baca juga: KKB Pimpinan Egianus Kogoya "Turun Gunung" Manfaatkan Situasi di Papua
Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni yang melihat langsung kondisi jenazah mengecam keras perbuatan biadab kelompok Lekagak Telenggen yang tidak berperikemanusiaan. Ia juga mengimbau seluruh warga Intan Jaya tetap tenang dan waspada.
Kemudian Bupati meminta para tukang ojek yang beroperasi di wilayah Intan Jaya untuk sementara membatasi kegiatan. Pemerintah Kabupaten Intan Jaya akan membantu seluruh biaya pemakaman para korban.
Baca juga: Kronologi Baku Tembak KKB dan Petugas Gabungan di Wamena
Sementara Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab menyatakan turut berduka atas meninggalnya ketiga tukang ojek yang menjadi korban pembunuhan KKB.
"Perbuatan teror ini jelas membuktikan bahwa kelompok separatis selalu berusaha mengganggu kedamaian di tanah Papua. Ini jelas bukan perbuatan orang-orang yang mengenal Tuhan," ucap Pangdam.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan unsur kepolisian dan pemerintah daerah untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok separatis yang selalu menciptakan teror dan ketakutan masyarakat," sambungnya.