KNKT Rilis Penyebab Kecelakaan Lion Air JT610, Menhub Minta Semua Pihak Menerima

Chanry Andrew S, Jurnalis
Minggu 27 Oktober 2019 14:02 WIB
Menteri Perhubungan, Budi Karya (foto: Okezone)
Share :

SORONG - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta semua pihak untuk menghormati hasil Laporan Akhir (Final Report) Investigasi Kecelakaan Pesawat Boeing 737 Max 8 Lion Air Penerbangan JT610 yang disampaikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pada Jumat 25 Oktober kemarin.

“Kami menyampaikan terima kasih dan mengapresisasi hasil Final Report dari KNKT dan Kami minta semua pihak untuk menghormati hasil tersebut. Pihak-pihak yang mendapatkan rekomendasi dari KNKT agar dapat segera menindaklanjuti dan melakukan evaluasi internal untuk mencegah kejadian tersebut terulang kembali,” jelas Menhub saat melakukan kunjungan kerja bersama Presiden RI di Sorong, Papua Barat, Minggu (27/10/2019).

 Baca juga: Ini 9 Faktor Penyebab Jatuhnya Lion Air di Karawang Hasil Investigasi KNKT

Menhub mengatakan, telah meminta Dirjen Perhubungan Udara untuk segera menindaklanjuti rekomendasi perbaikan yang diberikan oleh KNKT kepada Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub.

“Saya telah meminta Dirjen Perhubungan Udara untuk segera menindaklanjuti rekomendasi KNKT yang positif dalam rangka meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan nasional. Kepada pihak lain yang juga mendapatkan rekomendasi seperti pihak Boeing, Lion Air, Airnav Indonesia, Xtra Aerospace dan Batam Aero Technic juga kami minta untuk segera menindaklanjutinya,” ungkap Menhub.

Lebih lanjut Menhub menyampaikan, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Tahun 2013 Tentang Investigasi Kecelakaan Transportasi bahwa investigasi yang dilakukan KNKT diselenggarakan dengan prinsip tidak untuk mencari kesalahan (no blame), tidak untuk memberikan sanksi/hukuman (no judicial) dan tidak untuk mencari siapa yang bertanggung jawab menanggung kerugian (no liability).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya