SERANG – Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir mengajak para pemuda dan mahasiswa untuk berperan aktif menangkal paham radikalisme dan terorisme. Apalagi, pemuda dinilai rawan terpapar paham tersebut akibat mudahnya mengakses internet.
"Perlu langkah selanjutnya untuk bersama-sama menolak terorisme dan radikalisme di kalangan masyarakat, khususnya pemuda,” ucap Kapolda kepada wartawan, Senin (28/10/2019)
Kapolda mengatakan, saat ini terjadi pergeseran pola penyebaran paham radikalisasi di kalangan anak muda. Jika sebelumnya rekrutmen dilakukan dengan komunitas-komunitas kecil, kini media sosial menjadi sarana penyebaran paham radikalisme di kalangan pemuda.
"Pemuda adalah aset bangsa. Pergeseran zaman telah melahirkan generasi baru, generasi milenial. Wajah-wajah baru generasi yang sarat dengan teknologi informasi," ujarnya.