PONTIANAK – Tiga rumah warga di Jalan Dharma Putra, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat rusak diterjang angin dari baling-baling helikopter yang terbang rendah, Senin 28 Oktober 2019. Helikopter itu ternyata dari Lanud Supadio Pontianak yang sedang latihan mendarat darurat.
"Kemarin itu sedang melakukan latihan pendaratan darurat. Itu adalah salah satu latihan yang dibutuhkan untuk melihat tempat pendaratan darurat," kata Komandan Lanud Supadio, Marsekal Pertama Palito Sitorus kepada wartawan, Rabu (30/10/2019).
Menurutnya latihan mendarat darurat itu sering dilakukan TNI AU untuk mempersiapkan bilamana terjadi hal-hal terburuk saat penerbangan.
Palito mengakui ada rumah warga yang rusak di mana atap sengnya beterbangan saat helikopter terbang rendah di permukiman.
Baca juga: Helikopter Terbang Rendah, 3 Rumah Warga di Pontianak Rusak
Saat latihan Senin lalu, kata dia, pilot helikopter menemukan tempat untuk pendaratan darurat. "Namun saat mau take off lagi, karena kalau take off inikan memang tekanan putaran baling-balingnya besar, jadi membuat ada beberapa seng rumah penduduk itu terangkat," tuturnya.
Palito mengatakan latihan pendaratan darurat itu dilakukan sudah sesuai prosedur. "Intinya kita sudah melakukan sesuai prosedur dan itu memang latihan yang sering dilakukan, hanya kebetulan kemarin dekat rumah penduduk saja,” ujarnya.
Terkait rumah warga yang rusak, dia mengatakan, pihaknya sudah mengganti rugi dan memperbaikinya.
“Kemarin kita sudah selesaikan dengan penduduk di sana dan penduduk juga berterima kasih sudah dilakukan perbaikan," kata Palito.
Sebelumnya ada tiga rumah warga di Jalan Dharma Putra, Kelurahan Siantan Hilir, Pontianak rusak diterjang angin dari baling-baling helikopter yang terbang rendah. Atap seng rumah itu beterbangan.
"Helikopternya besar, anginnya kuat. Perabotan dapur saya yang di luar tercampak. Dahan pohon-pohon juga kena ke jendela (rumah). Saat saya mengintip, atap seng dapur juga sudah beterbangan. Saya terkejut," kata Juliana, seorang korban yang rumahnya rusak.
"Saya lihat seng sudah beterbangan dan tercampak. Saya ketakutan dan cepat selamatkan anak. Ternyata rumah tetangga juga begitu," lajut Juliana.
(Salman Mardira)