Silat Betawi, Simbol Perlawanan ke Penjajah Kini "Hanya" Dipakai di Acara Pernikahan

Isty Maulidya, Jurnalis
Sabtu 02 November 2019 10:32 WIB
Pemilik sanggat silat di Kampung Belendung Tangerang, Syafii (Foto: Okezone/Isty)
Share :

TANGERANG - Silat Betawi merupakan salah satu jenis pencak silat khas Indonesia yang masih banyak ditekuni sampai kini. Meski eksistensinya saat ini hanya sebagai pelengkap upacara pernikahan dan pentas budaya, silat betawi pernah jadi alat perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajah di jaman pra-kemerdekaan.

Menurut Syafi'i, salah satu pemilik sanggar silat betawi di Kampung Belendung, kota Tangerang aliran silat betawi yang berkembang di Kota Tangerang salah satunya silat Beksi. Beksi sendiri awalnya berkembang di daerah Dadap kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Jurus ini diperkenalkan oleh seorang Tionghoa yang bernama Lie Ceng Oek dan jurus tersebut diberi nama Bie Sie, namun akhirnya berubah menjadi Beksi karena logat masyarakat Betawi saat itu. Ada juga yang mengartikan Bek artinya pertahanan dan Sie artinya empat, yang berarti pertahanan empat arah.

Selain Beksi, Syafi'i juga mengajarkan aliran Seliwa, ciri khas aliran silat ini adalah pada permainan golok. Permainan golok pada aliran Seliwa ini sangat cepat, sehingga butuh ketangkasan dalam mengayunkan golok.

Syafi'i menuturkan, keahlian beladiri pada zaman itu memang penting. Orang yang keahlian silat yang tinggi akan dipanggil dengan sebutan jawara dan sangat disegani oleh orang banyak. Belajar bela diri bagi anak-anak betawi jadi salah satu kewajiban. Bahkan sama wajibnya dengan belajar mengaji. Sedari kecil, ilmu beladiri itu diajari secara turun-temurun. Setelah beranjak remaja, mereka mulai belajar di padepokan yang didirikan oleh para jawara kampung.

"Saya belajar silat itu dari kecil, dulu anak-anak sini memang banyak yang belajar silat. Sudah turun temurun istilahnya. Orang zaman dulu pasti bisa silat, apalagi pas jaman penjajah" ujar Syafi'i.

Padepokan silat di Kampung Belendung sendiri banyak didirikan oleh murid Haji Kilin dan ketiga saudaranya. Haji Kilin sendiri dikenal sebagai ulama yang tak hanya pandai mengeluarkan jurus silat, namun juga mendalami ilmu agama sehingga sangat disegani oleh warga kampung Belendung. Banyak orang yang belajar agama pada mereka berempat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya