BAGHDAD - Tiga pengunjuk rasa tewas ditembak mati oleh pasukan keamanan Irak yang menembaki kerumunan yang mencoba menyerbu konsulat Iran di kota suci umat Muslim Syiah, Kerbala.
Para pedemo menyerbu konsulat Iran Insiden karena massa menganggap Iran mencampuri urusan dalam negeri Irak.
“Kami datang ke sini hari ini untuk memberontak dan mengadakan protes di depan konsulat Iran. Kami datang untuk menurunkan bendera Iran dan mengangkat bendera Irak sebagai gantinya,” kata seorang pemrotes di Kerbala yang menolak untuk diidentifikasi mengutip Reuters, Senin (4/11/2019).
Ratusan warga Irak tewas dalam demonstrasi sejak awal Oktober, memprotes pemerintah yang mereka pandang korup dan terikat pada kepentingan asing.
Baca juga: Pasukan Irak Lindas Demonstran di Karbala, Sedikitnya 18 Orang Tewas
Baca juga: "Bajaj" Irak Jadi Ambulans Darurat dalam Demonstrasi Berdarah di Baghdad
Pengawas hak asasi manusia resmi Irak mengkonfirmasi kematian 3 pedemo di Karbala. Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Irak (IHCHR) mengatakan tiga orang terbunuh karena luka tembak, dan belasan orang terluka, termasuk pasukan keamanan.
IHCHR mengatakan massa berusaha masuk ke konsulat. Sumber keamanan mengatakan mereka mencoba membakarnya. Irak berkomitmen untuk melindungi misi diplomatik, kata kementerian luar negeri.
"Kementerian luar negeri [Iran] mengutuk serangan oleh beberapa pengunjuk rasa di konsulat Republik Islam Iran di Kerbala yang suci. Keamanan misi dan konsulat adalah garis merah yang tidak dapat dilintasi. Tindakan seperti ini tidak akan mempengaruhi hubungan persahabatan dan hubungan tetangga yang mengikat kedua negara,” katanya.