JAKARTA - Komisi B DPRD DKI Jakarta mendesak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, untuk lebih gencar mempromosikan wisata Kepulauan Seribu. Hal itu untuk mendorong minat masyarakat mendatangi kawasan tersebut.
Anggota Komisi B DPRD DKI Nur Afni Sajim menilai, setiap tahunnya wisatawan asal mancanegara yang datang ke sana tren angkanya cenderung selalu menurun.
"Ini salah satu pekerjaan rumah kita. Salah satunya dengan menggencarkan promosi hingga pariwisara disana berdampak pada perekonomian warga," kata Afni di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (4/11/2019).
Baca juga: DPRD DKI Kaget Anggaran Penataan Kampung Kumuh Rp556 Juta per RW
Ia menyarankan Disparbud mengandalkan teknologi informatika, seperti membuat aplikasi khusus juga memanfaatkan sosial media untuk mempromosikan kegiatan-kegiatan yang ada di Kepulauan Seribu.
"Ini semua untuk mempermudah orang-orang agar bisa mendapatkan informasi tentang kegiatan yang ada di Kepulauan Seribu," ujarnya.
Dalam usulan anggaran KUA-PPAS 2020, Disparbud DKI mengusulkan anggaran promosi wisata sebesar Rp 3 miliar. Kemudian Rp 1 miliar untuk pembinaan pelaku seni, dan Rp 525 juta untuk pendamping pelaku usaha wisata.