Selain hal tersebut, Rio juga sempat menyinggung jatah posisi Jaksa Agung yang tidak berasal dari Partai Nasdem. Ia menilai kalau sudah seharusnya Partai Nasdem sadar kalau pembentukan kabinet hak prerogatif dari Presiden.
"Atas langkah-langkah yang diambil Partai Nasdem tersebut, jangan salahkan publik yang berspekulasi bahwa manuver Nasdem berkaitan dengan kebijakan Presiden memilih Jaksa Agung menggunakan hak prerogatifnya," terangnya.
"Dan, jika manuver Partai Nasdem itu diambil berdasarkan kekecewaan soal kabinet, wajar kalau Presiden Joko Widodo jengah dengan langkah Partai Nasdem tersebut," tutup Rio.
(Edi Hidayat)