Bahkan ketika itu, lanjut dia, Bung Karno yang diminta membuka bazar di Perguruan Cikini diserang oleh kelompok terorisme menggunakan granat.
Baca juga: Ma'ruf Amin: Radikalisme Bukan soal Pakaian, tapi Cara Berpikir dan Bertindak
"Bung Karno diundang untuk membuka bazar. Bazar sudah siap sedia untuk menyambut Presiden datang. Presiden itu turun dari mobil anak-anak sekolah guru dan lain sebagainya begitu turun (ledakan)," ungkapnya.
Sukmawati mengatakan hingga kini kelompok radikal masih tetap eksis. Sebab, kelompok semacam itu kerap memberi cap kafir kepada orang-orang.
Baca juga: Dinilai Overdosis, Muhammadiyah Minta Pembicaraan soal Radikalisme Dikurangi
"Oh ini lho yang dimaksud pemimpin saya atau bapak saya ya Bung Karno. Kelompok sempit pikiran yang suka royal dengan kata-kata kafar, kafir, kafar, kafir. Jadi zaman Bung Karno kelompok sempit pikiran itu sudah ada sampai saya nenek-nenek masih ada," tutupnya.
(Hantoro)