MEDAN - Satu orang dinyatakan tewas dalam aksi yang diduga bom bunuh diri di Markas Polresrabes Medan. Korban tewas diduga pelaku bom bunuh diri.
Sedangkan enam orang yang terdiri dari lima polisi dan satu tamu dikabarkan terluka dan masih dirawat intensif di rumah sakit.
Namun terkait kejadian tersebut, pejabat kepolisian di Polrestabes Medan enggan memberikan informasi. Orang nomor satu di Polrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto juga tidak berada Mapolrestabes Medan dari awal kejadian hingga tengah hari.
Menurut staf Kapolrestabes, Ayatullah mengatakan bahwa Kapolrestabes Medan sedang mengikuti rapat bersama Presiden di Bogor.
Baca Juga: Teror Bom di Mapolrestabes Medan, Mahfud MD: Kita Sudah Mati-matian Mencegah
"Kalau presiden kasih arahan dimatikan lah telepon. Aku enggak ngerti karena enggak ikut (ke Bogor)," terang Ayat.
Kombes Dadang diketahui, hari ini mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Forkopimda di Sentul International Convention Center (SICC). Acara tersebut dihadiri Presiden Joko Widodo.
Saat coba dihubungi melalui pesan elektronik dan telepon untuk menanyakan kasus aksi bom bunuh diri tersebut, Kombes Dadang tidak memberikan jawaban.
Kombes Dadang bukan kali ini saja tidak bersedia menjawab telepon dan pesan elektronik. Awak media juga menilai hubungan komunikasi dengan Kapolrestabes sangat minim.
"Dari dulu susah sekali dihubungi. Dua nomor teleponnya aktif tapi gak mau jawab. Ditanya ke pejabat yang lain juga tidak ada yang berani kasih keterangan terkait bom bunuh diri itu," ujar seorang wartawan media online, Budi W.
Diberitakan sebelumnya, aksi bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Medan, satu orang pelaku yang menggunakan atribut ojek online dinyatakan tewas. Dan enam orang terluka akibat kejadian itu.
(Khafid Mardiyansyah)