Fenomena Langka, Hujan Es Melanda Parung Panjang

Arief Setyadi , Jurnalis
Rabu 13 November 2019 01:52 WIB
Ilustrasi hujan es. (Foto: Chinadaily)
Share :

Indikasi terjadinya hujan es disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat yakni:

- Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

- Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5 derajat Celsius) disertai kelembapan yang cukup tinggi ditunjukkan nilai kelembapan udara di lapisan 700 mb (> 60 persen).

- Mulai pukul 10.00 terlihat tumbuh awan kumulus (awan putih berlapis-lapis). Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti kembang kol.

- Tahap berikutnya awan itu cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan kumulonimbus.

- Pepohonan di sekitar ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat.

- Terasa ada sentuhan udara dingin.

- Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba. Apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang di tempat jauh.

- Jika satu sampai tiga hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim pancaroba, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang, baik masuk kategori puting beliung maupun yang tidak.

(Hantoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya