Saat pengembangan kasus, NP dan K menyerang Tim Densus 88 Antiteror menggunakan senjata tajam dan air soft gun. Petugas pun menembak mati keduanya. Sementara satu anggota terkena sabetan senjata tajam di tangan dan bagian belakang tubuh.
"Dua yang meninggal ini memiliki kualifikasi merakit bom," tutur Dedi.
Baca Juga: 2 Teroris yang Tewas Berperan Sebagai Perakit Bom Medan
Selain itu, Dedi menambahkan, termasuk juga istri dari RMN berinisial DA merupakan anggota JAD. Kini total 23 terduga teroris yang berkaitan dengan bom bunuh diri di Polrestabes Medan telah ditangkap.
"Beberapa orang mengetahui langsung, disiapkan, digunakan, untuk bagaimana bom itu dimasukkan dan digunakan untuk melakukan serangan teroris berupa bom bunuh diri," tutup Dedi.
(Fiddy Anggriawan )