Menurut PBB, lebih dari 1.500 warga sipil telah terbunuh di Mali dan Burkina Faso sejak Januari, dengan jutaan lainnya membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Pasukan penjaga perdamaian PBB berkekuatan 15,00 pasukan saat ini ditempatkan di Mali.
Negara ini juga merupakan anggota G5 Sahel, pasukan kontra-pemberontakan yang terdiri dari pasukan dari Mauritania, Mali, Niger, Burkina Faso dan Chad.
Namun upaya G5 terhambat oleh kurangnya dana, pelatihan dan peralatan.
Para pemimpin Afrika Barat telah menjanjikan USD1 miliar (sekira Rp14 triliun) selama lima tahun ke depan untuk memerangi militan Islam di wilayah tersebut. Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengatakan lebih banyak sumber daya militer akan dikirim ke Mali mulai tahun 2020.
(Rachmat Fahzry)