Sementara itu, salah seorang warga binaan Eni Parwati mengungkapkan bersyukur adanya program pendalaman agama melalui membaca metode ummi dalam membaca alquran.
"Saya bersyukur dan senang sekali adanya Ummi. Kami sebelumnya tidak pernah merasakan hal sebelum ini (belajar agama dan membaca alquran)," beber warga binaan yang telah mendekam 4,5 tahun di Lapas ini.
Eni juga mengaku bersedia bila menularkan ilmu membaca Alquran beserta tajwidnya dengan mudah yang didapatnya dari pembelajaran metode Ummi ini kepada sesama warga binaan lainnya.
Di sisi lain, Kepala Lapas Perempuan Klas II A Malang Ika Yusanti menyatakan wisuda menjadi ustadzah ini menjadi akhir dari proses panjang pembelajaran membaca Alquran panjang ditempuh warga binaannya.
"Hari ini puncaknya membaca Alquran, mereka bisa berkumpul dan wisuda. Kita lihat tadi tidak ada rekayasa, mereka dari yang sebelumnya belum bisa baca Alquran atau sudah bisa baca tapi tidak lancar menjadi seseorang yang ahli membaca Alquran. Kita bisa sebut mereka sebagai ahli baca Alquran," jelasnya. (wal)
(Amril Amarullah (Okezone))