"Dulu (sebelum sertifikasi diberlakukan) kita kurang peduli dengan masalah kesehatan. Terutama Pak Jokowi tak ingin anak-anak jadi stunting, kerdil, bodoh, lambat pemikirannya. Itu yang perlu ditekankan (dari sertifikasi pernikahan)," jelasnya.
Baca Juga: Dukung Program Sertifikasi Nikah, Kemenag Siapkan Tenaga Penyuluh di KUA
Sebagai informasi wacana pemberlakuan sertifikasi digaungkan kembali oleh pemerintah melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang dipimpin oleh Muhadjir Effendy.
Nantinya pasangan yang akan menikah akan diberikan bimbingan pranikah meliputi multiaspek mencakup perencanaan keluarga, kesehatan, ekonomi rumah tangga, hingga masalah keturunan.
(Khafid Mardiyansyah)