"Untuk bisa tidaknya mereka menampung aspirasi kita lihat nanti. Karena menurut saya buat nampung suara milenial bukan cuma harus masukin mereka ke sistem pemerintahan," kata Ririn.
Menurutnya, pos yang diisi tujuh stafsus itu harus diisi oleh orang yang mampu bekerja, bukan sekadar berlabel milenial.
"Pos-pos itu juga kan bidang bidang yang butuh ahli gitu, bukan cuma sekadar milenial saja," tuturnya
Selaras dengan Ririn, Renna Yavin, mahasiswi Politeknik Jakarta ini juga ragu tentang keputusan Jokowi dalam merekrut stafsus dari kalangan milenial.
"Sebenernya ragu juga apa mereka bisa? karena sampai sekarang belum tahu mereka akan ditugaskan di bagian mana. Coba lihat kinerjanya dulu deh," ucapnya.
(Qur'anul Hidayat)