Karena keterbatasan alat di RSUD Kota Banjar, akhirnya direkomendasikan untuk dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung dan sempat dilakukan endoskopi pada Kamis, (14/11/2019), tetapi paku yang tertelan tidak ditemukan dan akhirnya dilakukan rongtent ulang dengan hasil posisi paku sudah berada di paru-paru.
"Setelah beberapa tahapan pemeriksaan selesai dilakukan, pihak RS Hasan Sadikin Bandung menjadwalkan tindakan oprasi pada Jum'at 15 November namun dengan alasan padat jadwal akhirnya diundur menjadi Senin, (18/11/2019) tetapi belum juga dilakukan," paparnya.
"Atas dukungan dan dorongan dari seluruh pihak, akhirnya penanganan dilaksanakan dan paku yang berada di paru-paru berhasil dikeluarkan," jelasnya.
Asep mengaku, sebagai wakil rakyat sempat cemas atas keterlambatan penanganan lantaran akan berdampak pada kegiatan belajar siswa tersebut.
"Harapan kami kedepan, penanganan pasien yang darurat segera ditangani berdasarkan SOP karena kesehatan merupakan hak seluruh warga negara Indonesia," terangnya.
(Khafid Mardiyansyah)