"Pencemaranya kemungkinan ada 2 faktor. Pertama karena pencemaran sampah yang mengandung kimia dan air asin yang mengendap. Kedua, mungkin karena industri ikan kecil bisa jadi dengan bahan pengawetnya," sambungnya.
Disampaikan Andi, selain aroma tidak sedap yang mengganggu aktivitas warga, perubahan warna sungai Ciberes juga kemungkinan bisa berdampak pada air bersih yang ada di sumur warga. Andi mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas terkait untuk mengatasi masalah ini.
"Mungkin kita nanti koordinasi sama Dinas terkait misalnya Dinas Lingkungan Hidup , serta terutama sama masyarakatnya agar tidak buang sampah di sungai," katanya.
Dirinya berharap agar agar sungai Ciberes bisa kembali normal dan bersih kembali. Kedepannya ia akan membuat taman di sekitar sungai, dan membuat tempat pembuangan sampah.
"Harapan saya semoga sungai kembali normal dan bersih. kedepan saya pengen ada penataan ruang taman sungai yang menyediakan tempat-tempat sampah yang sesuai," ucap dia.
(Khafid Mardiyansyah)