Untuk itu pihaknya akan berkordinasi dan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, dalam hal ini Dukcapil. Sehingga, data yang dipakai Kemensos untuk menyalurkan bantuan tepat sasaran.
"Penguatan dari sisi data. Program tidak akan kita kotak atik. Hanya data yang kita perbaiki. Data ini pun mengelola 40 persen dari rakyat Indonesia. Kita mengelola hampir 98 juta jiwa," tambahnya.
Ia menambahkan, bahwa kedua program itu merupakan salah satu program unggulan. Bahkan ada beberapa negara lain yang ingin mengadopsi agar bisa diterapkan di negara masing-masing.
"Minggu ini saya ketemu perwakilan Nigeria datang kantor kami, didampingi World Bank yang mereka nyatakan program kita jalankan ingin sekali menerapkan di Nigeria. Dengan ekonomi terbesar di Benua Afrika," tukasnya.
(Fiddy Anggriawan )