“Dukungan dari pihak perbank-an dan asuransi sangat dibutuhkan. Dan itu sudah coba kami lakukan. Contohnya dengan melibatkan pihak asuransi dengan skema komersil untuk melayani petani jagung yang mengcover lahan dengan total luas 44 ribu hektar,” kata Suwandi.
Suwandi juga menyampaikan bahwa tengah dilakukan uji coba penanaman Sorgum di Provinsi Sumatera Utara. Selama ini Sorgum banyak terdapat di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Jawa.
Kacuk Sumarto, pengusaha yang menanam Sorgum di Sumatera menambahkan, ide tanam sorgum adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan petani sawit saat peremajaan sawit miliknya.
“Jika dalam satu tahun ada target peremajaan sawit rakyat seluas 180.000 hektar, maka akan diperoleh potensi hasil pertahun: bijih sorgum 3,5 juta ton, nira sorgum 2,5 juta ton, Bioethanol, 1 juta ton, pakan ternak hijauan 27 juta ton, setara untuk menghidupi 2,5 juta ternal lembu, pupuk organik 10 juta ton,” ujar Kacuk Sumarto.
Menanggapi hal itu, Syahrul menegaskan bahwa dirinya dan seluruh jajaran di Kementan memiliki komitmen terhadap pembangunan pertanian.