PBB: 168 Juta Orang Membutuhkan Bantuan Darurat pada 2020 karena Perubahan Iklim dan Perang

Rachmat Fahzry, Jurnalis
Kamis 05 Desember 2019 09:03 WIB
Sekjen PBB unuk urusan Kemanusiaan dan bantuan darurat Mark Lowcock. (Foto/Reuters)
Share :

NEW YORK – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa 168 juta orang di seluruh dunia akan membutuhkan bantuan dalam bentuk apa pun.

Laporan kemanusiaan global PBB mengatakan bahwa bantuan darurat termasuk makanan, tempat tinggal dan perawatan kesehatan akan meningkat pada 2020.

Angka 168 juta itu menandai menjadi rekor dalam era modern merujuk periode sejak Perang Dunia II, kata Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat PBB Mark Lowcock melansir Daily Mail, Rabu (4/12/2019).

Kebutuhan terus meningkat sebagian karena konflik berlarut-larut dan intens, Lowcock menambahkan.

Sekitar satu dari 45 orang di seluruh dunia dianggap berisiko karena konflik global dan perubahan iklim, laporan PBB memperingatkan.

Baca juga: Sekjen PBB: Dampak Dahsyat Pemanasan Global Ancam Umat Manusia

Baca juga: Angkat Selingkuhan Jadi Penasehat Senior, Pejabat PBB yang Mengurusi Pengungsi Palestina Dipecat

Sebagai akibatnya Perserikatan Bangsa-Bangsa meluncurkan permohonan bantuan kemanusiaan untuk hampir USD29 miliar (sekira Rp408 triliun) untuk mengatasi meningkatnya permintaan bantuan internasional.

Perubahan iklim dan konflik yang berkepanjangan semakin membuat puluhan juta orang sangat membutuhkan bantuan, kata PBB.

"Para pejuang menunjukkan pengabaian total terhadap hukum kemanusiaan," kata Lowcock.

Dia menambahkan warga sipil yang terperangkap dalam konflik dan mengungsi akan mengalami trauma psikologis.

Jumlah serangan terhadap sekolah dan fasilitas kesehatan juga terus meningkat, Lowcock menambahkan.

Selain itu, perubahan iklim telah menyebabkan lebih banyak peristiwa cuaca ekstrem, terutama kekeringan dan banjir, yang memicu keadaan darurat kemanusiaan, katanya.

"Bahwa 2020 akan menyulitkan jutaan orang," kata Lowcock.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya