"Yang jadi perhatian kemacetan, kriminalitas, laka lantas, konflik sosial dan aksi terorisme. Pengamanan aksi terorisme dilakukan pada pusat-pusat keramaian, hotel, tempat ibadah, dan lain-lain," ucap dia.
Intelijen dikerahkan untuk pengumpulan informasi dan pemetaan daerah yang rawan terjadi berbagai kejahatan.
Kesiapan tak hanya dari segi pengamanan, tapi juga logistik seperti sembako dan bahan bakar minyak (BBM).
"Sementara Basarnas dan BPBD membentuk satgas penanggulangan bencana alam di wilayah dan siapkan perlengkapan penanggulangan bencana alam," kata Truno.
(Qur'anul Hidayat)