Sekda menambahkan, dari sisi lain peluang berwirausaha, sangat terbuka. Khususnya, untuk berwiraswasta dalam memasarkan produk atau komoditi yang berbasis industri pengolahan hasil pertanian. "Mengingat hingga saat ini, produk domestik regional bruto Jambi hampir 30% berasal dari sektor pertanian,"aku Dianto.
Dianto pun mengakui, jika kondisi perekonomian Provinsi Jambi masih bergantung pada komoditi utama yaitu karet, kelapa sawit, dan batubara. Sedangkan harga dari tiga komoditi itu ditentukan oleh kondisi pasar internasional sehingga pemerintah sangat sulit melakukan intervensi.
"Salah satu upaya yang harus dilakukan pemerintah dan swasta, yaitu melakukan transformasi ekonomi dengan melakukan hilirisasi industri produk pertanian. Jika selama ini kami hanya menjual barang mentah atau setengah jadi, maka secara bertahap kita harus menghasilkan barang jadi,"ungkap Sekda Jambi.
Berdasarkan fakta tersebut, lanjut Dianto, pemerintah pusat dan daerah berupaya meningkatkan dan menumbuhkan iklim usaha yang kondusif serta memberikan pelatihan keterampilan bagi masyarakat, menciptakan peluang usaha. "Dengan demikian, banyak angkatan kerja yang tertampung yang pada akhirnya kebijakan tersebut dapat mengurangi angka pengangguran, dan kemiskinan dan juga dapat ditingkatkan pendapatan masyarakat,"pungkas Dianto.
(cm)
(Fahmi Firdaus )