PADANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Kapolri Jenderal Idham Aziz untuk meminta penjelasan terkait perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Namun, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu belum mendapatkan laporan terkait pemanggilan tersebut.
"Saya tahu ada pemanggilan Kapolri tapi kita tidak tahu apa yang dibahas," kata Novel Baswedan menjelang diskusi Santuy Refleksi Hari Antikorupsi dan HAM di Padang, Sumatera Barat, Senin (9/12/2019).
Baca Juga: Update Kasus Novel, Polri Periksa 73 Saksi, 114 Toko Kimia & 38 Titik CCTV
Kata Novel, sebenarnya pengungkapan kapan kasus ini cepat selesai kalau diseriusin. Tapi kalau hanya sekadar saja tentu seperti ini. "Sebenarnya kalau presiden serius mengungkap kasus ini akan cepat selesai, tapi kalau sekadar saja akan terus seperti ini," ujarnya.
Kondisi kesehatan saat ini, kata Novel, mata sebelah kiri bisa melihat tapi terganggu karena pakai salep. Bahkan, salep itu sering kali meluber.
"Sementara mata sebelah kanan yang tidak sakit mata itu yang kabur," tuturnya.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis guna menanyakan perkembangan kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Idham tak memberikan pernyataan apa pun dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu.
Orang nomor satu Korps Bhayangkara itu mengutus Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal guna menyampaikan perkembangan terkini kasus yang menimpa Novel Baswedan.
Baca Juga: Polri : Pengungkapan Kasus Novel Tak Akan Memakan Waktu Lama Lagi
(Arief Setyadi )