"Setelah ditelusuri, sebetulnya BY tidak menyangka penanganan dari kepolisian. BY dan pemilik rumah memiliki ikatan keluarga. BY sakit hati karena ada persoalan keluarga," ucap Yon Edi, Rabu (11/12/2019) saat rilis di Polresta Palembang.
Masih dikatakan oleh Yon Edi, dugaan bom yang diletakan oleh pelaku di teras rumah kakeknya itu ternyata hanya bohongan. Pelaku belajar dari Youtube cara membuat peledak, namun saat di TKP hanya ditemukan panci, pipa dan kabel-kabel tanpa peledak.
"Dia belajar dari YouTube cara bikin instrumen peledak dan dia lakukan perbuatan isengnya itu," jelas Kompol Yon Edi.
(Khafid Mardiyansyah)