Anies menyebut, dalam menyediakan alat kremasi itu pihaknya menghabiskan dana sekira Rp 1,395 miliar.
"Dan mudah-mudahan ke depan, hal-hal yang masih menjadi kebutuhan, kita bicarakan. Karena intinya kita ingin tunaikan. Dan apa yang sekarang menjadi fasilitas, kami berharap ini nantinya bisa dimanfaatkan dengan seoptimal mungkin," katanya.
Ia berharap kenyamanan Ibu Kota bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh pemeluk agama. Sehingga dengan adanya penyediaan alat kremasi itu maka setiap golongan dapat melakukan kremasi.
"Kita ingin Jakarta kota yang setara. Jangan sampai Jakarta ini kota yang hanya dirasakan bagi sekelompok orang. Sekelompok itu baik secara latar belakang, maupun secara sosial-ekonomi. Dan kami menyadari bagi masyarakat yang berpunya, masalah alat kremasi bukan persoalan. Tapi, bagi mereka yang secara sosial-ekonomi itu bukan dalam kondisi yang kuat, kehadiran dari negara itu dibutuhkan," kata dia.
(Salman Mardira)