NIAS - Yosefo Waruwu alias Ama Dedi (50), tewas bersimbah darah di kebun, tepatnya di Dusun IV, Desa Orahili Idanoi, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara, Kamis 12 Desember 2019. Yosefo Waruwu alias Ama Dedi (korban), diduga tewas setelah dibacok abang kandung beserta keponakannya.
Kepala Kepolisian Resort Nias, AKBP Deni Kurniawan SIK melalui Kasubbag Humas, Bripka Restu Gulo menerangkan, korban pada hari Kamis, bersama anaknya Dedi Junasri Waruwu alias Dedi (20), pergi hendak membersihkan kebun warisan orangtua korban yang berada di Dusun IV, Desa Orahili Idanoi, Kecamatan Hiliserangkai, Nias. Kebun tersebut telah ditinggalkan belasan tahun lamanya, karena korban dengan keluarganya merantau di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.
“Pada saat korban bersama dengan anaknya (saksi) sedang melihat-lihat kebun mereka sekitar Pukul 17.00 WIB, tiba-tiba datang abang kandung korban, yakni Talizomasi Waruwu alias Sibaya Gayuti (65), warga Dusun IV, Desa Orahili Idanoi, Kecamatan Hiliserangkai, Nias bersama anaknya Martinus Waruwu Alias Ama Endang (32) dan menantunya Kurniawati Waruwu alias Ina Endang (32) dan membacok korban dengan parang. Ke-3 orang terduga pelaku, masih merupakan abang kandung dan keponakan korban,” ungkap Bripka Restu Gulo kepada Okezone, Jumat (13/12/2019).
Bripka Restu Gulo menjelaskan, melihat korban sudah jatuh tersungkur di tanah dengan berlumuran darah, anak korban berusaha menyelamatkan diri dari tempat kejadian perkara (TKP) dan melihat dari kejauhan korban (bapaknya) dianiaya oleh ke-3 terduga pelaku.