JAKARTA – Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 16 Desember baik di dalam maupun luar negeri. Dari pembunuhan, kemerdekaan sebuah negara hingga kematian tokoh.
Aktivis Soe Hok Gie mengembuskan napas terakhirnya di Mahameru atau puncak Gunung Semeru, pada tanggal ini 50 tahun silam.
Berikut rangkumannya merujuk dari berbagai sumber:
1. Pesta Teh Boston
Pesta teh Boston merupakan salah satu cara protes satire kolonialis Amerika Serikat terhadap Britania Raya (Inggris). Kolonialis Amerika harus membeli teh dari Britania Raya serta membayar pajaknya.
Protes tersebut dilakukan oleh para kolonialis Amerika dengan cara membeli teh dari Britania Raya kemudian dibuang seperti sampah ke Boston Harbour. Protes tersebut berlangsung pada 16 Desember 1773.
2. Gempa Terbesar di Amerika
Pada 16 Desember 1811, daerah New Madrid, Amerika Serikat diguncang gempa bermagnitudo 7,2 hingga 8,2. Gempa tersebut tercatat paling dahsyat sepanjang sejarah Amerika Serikat.
Tidak ada satupun catatan yang mengetahui berapa jumlah pasti korban tewas akibat gempa tersebut. Namun, gempa tersebut kemungkinan besar hanya sedikit memakan korban jiwa karena letak daerahnya saat ini minim penduduk.
Gempa yang berawal pada 16 Desember tersebut terjadi secara beruntun hingga Maret 1812. Ada sekira 2.000 lebih gempa mengguncang daerah New Madrid dan Missisipi. Gempa-gempa tersebut berdampak pada kerusakan alam yang cukup parah.
3. Presiden Polandia Dibunuh
Presiden pertama Polandia, Gabriel Narutowicz tewas dibunuh setelah sebelumnya berhasil mendapatkan kembali kemerdekaannya. Ia ditembak mati oleh seniman, Eligiusz Niewiadomski pada 16 Desember 1922, atau tepat lima hari setelah Gabriel menjabat sebagai Presiden Polandia.
Gabriel dibunuh saat mengunjungi sebuah pameran seni di Galeri Zacheta di Warsawa dengan tiga peluru bersarang di bagian tubuhnya. Ia dibunuh oleh Eligiusz karena diduga pertentangan ideologi politik sayap kanan.
Gabriel sendiri merupakan Presiden Polandia terpilih dari sayap kiri. Namun, terpilihnya Gabriel tidak diterima oleh kubu sayap kanan. Eligiusz merupakan bagian dari sayap kanan yang kemudian divonis bersalah dan dijatuhkan hukuman mati.