Pemindahan Ibu Kota, Menteri Siti : Indonesia Serius dalam Pemulihan Lingkungan

Angkasa Yudhistira, Jurnalis
Rabu 18 Desember 2019 08:08 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar meninjau lokasi persemaian modern di Kalimantan (Foto : Twitter/@KementerianLHK)
Share :

Menteri Siti juga menekankan pesan Presiden Jokowi kepada jajaran Kementerian LHK bahwa membangun Ibu Kota Negara, nantinya didesain dengan menggunakan konsep kota cerdas (smart city) dan forest city atau bush capital, harus sekaligus dengan pemulihan dan perlindungan lingkungan.

Kemudian, terkait dengan konsep pembangunan Ibu Kota Negara yang menggabungkan konsep kota cerdas (smart city) dan forest city tersebut, lanjut Menteri Siti, KLHK sedang terus mendalami langkah-langkah kebijakan yang tepat untuk tujuan tersebut.

“Tentu saja dengan tetap menjaga habitat, terutama orang utan dan bekantan, serta pemulihan lingkungan vegetasi (alam) dan penanganan eks tambang,” ujar Siti.

Dia menambahkan, tahun depan rencananya akan dibangun kebun bibit persemaian modern pada areal seluas 120 ha, dengan produksi bibit paling sedikit 15 juta batang per tahun. "Untuk membangun gagasan besar ini, segala sesuatunya dipersiapkan, terutama pada bagian tugas kami, yaitu pada aspek lingkungan,” tuturnya.

Menurut Siti, pihaknya telah melakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk menjadi dasar penyusunan masterplan Ibu Kota baru dan nantinya dalam RTRW yang akan memberi pengaruh pada Kebijakan Rencana dan Program (KRP) berdasarkan kondisi lapangan dan peraturan-peraturan yang ada.

“Sambil terus dilakukan juga rehabilitasi hutan dan lahan yang proses pengerjaannya dimasukkan dalam kerangka waktu (time frame) yang sama,” katanya.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya